 |
| shutterstock |
Jika saat tidur Anda sering mendengkur, bangun pagi seringkali tidak
segar, sering terbangun di malam hari karena merasa tercekik, bangun
dengan keadaan haus, sering merasa ngantuk dan capek di siang hari
meskipun sudah tidur cukup, hati-hati, bisa jadi Anda menderita
Obstructive Sleep Apnea (OSA).
OSA
merupakan sebuah kondisi yang menyebabkan aliran udara pernapasan
terhenti ketika tidur, karenanya adanya penghambatan ataupun penyempitan
di saluran pernapasan.
“Keadaan demikian menyebabkan pasokan
oksigen dalam tubuh menurun, sehingga penderita OSA tidak dapat tidur
dengan nyenyak. Inilah yang menyebabkan penderita OSA sering merasa
capek dan mengantuk di siang hari,” ujar dokter spesialis telinga,
hidung dan tenggorokan dari Rumah Sakit Premier Bintaro, DR. dr. Dini
Widiarni, SpTHT, pada kesempatan seminar dokter, di Jakarta, Selasa
(11/12/2012).
OSA dapat terjadi karena adanya pembengkakan pada
beberapa organ dalam mulut dan tenggorokan, seperti pembengkakan tonsil
dan uvula. Selain itu, ukuran lidah yang terlalu besar juga dapat
menyebabkan OSA.
Dini mengatakan risiko OSA meningkat antara lain
untuk orang dengan obesitas dan usia lanjut. Selain itu, kebiasaan
buruk seperti merokok, minum alkohol, dan mengonsumsi obat-obatan
sedative atau obat penenang dalam waktu lama, juga dapat memperburuk kondisi.
Pengobatan
OSA tergantung pada sudah sejauh mana seseorang menderita OSA. Menurut
Dini, OSA ringan dapat diobati hanya dengan olahraga yang mengencangkan
otot-otot saluran pernapasan. “Olahraga seperti senam pipi,
fitness
yang difokuskan untuk daerah leher, dan bersepeda bisa jadi pilihan,
karena olahraga seperti itu dapat membuat otot leher dan rongga mulut
lebih kuat. Penguatan otot-otot ini dilakukan karena pada umumnya
penderita OSA memiliki organ-organ yang bergelambir di saluran
pernapasannya,” jelas Dini.
Jika sudah parah, OSA dapat diobati
dengan menjalani operasi. Operasinya pun ada tingkatannya, tergantung
pada keadaan OSA yang diderita. Dr. Lanny S. Tanudjaja, dokter yang
menangani masalah tidur dari RS Premier Bintaro pada kesempatan yang
sama mengatakan, “Karena penyebab OSA beragam, maka pengobatannya juga
harus dikonsultasikan dulu dengan ahlinya. Salah satu cara untuk melihat
sudah sejauh mana OSA yang diderita adalah dengan
sleep study.”
“Dengan
Sleep Study, dapat diketahui metode pengobatan yang tepat untuk pasien.
Metode ini memungkinkan untuk melihat kualitas tidur pasien sehingga
dapat menentukan sudah sejauh apa OSA diderita,” tambah Lanny.
Penggunaan alat seperti
Continuous Positive Airway Pressure
(CPAP) dapat digunakan untuk membantu pernapasan penderita OSA sebagai
pengobatan non operatif. Selain itu menghindari tidur terlentang,
melainkan tidur menyamping dan olahraga teratur adalah cara yang paling
mudah, ungkap Dini.
Sumber :
kompas.com