Thursday, December 13, 2012

Berada di Rumah Ini Seolah Menyatu dengan Alam

Berada di Rumah Ini Seolah Menyatu dengan AlamArsitek memanfaatkan udara dan cahaya alami semaksimal mungkin. Konsep rumah yang menyatu dan bersahabat dengan alam.
Rumah karya arsitek ternama yang sudah banyak menghasilkan masterpiece karya arsitektu Andra Matin adalah salah satu contoh rumah alam. Rumah karya Andra Matin ini terletak di Tanah Teduh, Pejaten.
Rumah yang berdiri di atas lahan 2 hektar ini memang teduh berkat pohon kapuk besar pada area taman. Selain itu, banyak pohon rimbun yang tumbuh di sekitar rumah. Bahkan, ada pohon yang tumbuh di dalam rumah. Pohon tersebut  menembus plafon dan menjulang tinggi hingga ke kamar mandi di lantai 2. Sang Arsitek seperti ingin memindahkan alam ke dalam rumah. Memindahkan udara, cahaya, bahkan pohon alami ke dalam rumah.
Agar sirkulasi udara berjalan dengan lancar, arsitek menggunakan roster berukuran 20cm x 20cm y ang didesain sendiri. Selain dapat mengalirkan udara dan cahaya dengan baik, roste r tersebut dapat menahan air hujan yang masuk ke dalam rumah. Penggunaan roster juga dapat mengurangi penggunaan AC di siang hari.
Untuk pencahayaaan, Andra Matin menggunakan kaca tempered sebagai salah satu partisi dinding. Kaca tempered menjadi jalan masuk cahaya.  Selain itu, kaca tempered membuat view ke luar menjadi semakin menarik. Seperti tidak ada pembatas antara ruang dalam dengan alam luar.

Laporan Wartawan Ideaonline,  Richardus Setia Gunawan

Sumber : http://www.tribunnews.com

Wednesday, December 12, 2012

9 Rahasia Tips Masak Lontong Lezat

9 Rahasia Tips Masak Lontong LezatLontong Memang sangat pas untuk menu sarapan pagi anda, Lontong juga bisa untuk ide usaha dirumah anda. Dibawah ini ada beberapa Tips Masak sukses membuat lontong yang lezat, yuk… simak Tips Masaknya :
1. Pilih beras yang berkualitas bagus. Setelah dicuci bersih, tambahkan air kapur sirih saat menanak agar teksturnya lebih pulen dan menyatu. Perbandingannya 1:1, contohnya 1 kg beras memakai 1 sendok makan air kapur sirih.
2. Gunakan pembungkus dari daun pisang batu agar lontong berwarna hijau secara alami. Jangan gunakan plastik, karena bahan kimia pada plastik termasuk berbahaya bagi kesehatan.
3. Jemur terlebih dahulu daun pisang agar lemas dan mudah digulung. Buang tulang daunnya, lap hingga bersih sebelum digunakan.
4. Buat selongsong lontong dengan bagian yang mengilap berada di dalam, isi dengan beras hingga setengahnya, semat atasnya dengan lidi.
5. Tata lontong berdiri di dandang sampai padat, tuang air hingga lontong terendam.
6. Makin lama memasak makin tanak dan awet meski disimpan agak lama, idealnya 3-8 jam.
7. Tiriskan lontong dengan cara diberdirikan, supaya air tiris ke bawah.
8. Jika lontong tersisa, simpan dalam lemari es. Kalau ingin dimakan kembali, cukup dikukus.
9. Jangan mengonsumsi lontong yang telah berlendir.
Agar lebih praktis dalam membuat lontong ini, anda dirumah bisa menggunakan alat masak Electronic Pressure Cooker ini. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba dirumah

Sumber : http://www.infodapur.com

15 Tanda Anda Kekurangan Magnesium

barbellesathome.comMAGNESIUM sangat penting bagi kesehatan sekaligus memainkan peranan penting untuk membantu memproduksi sekitar 500 enzim yang diperlukan untuk kehidupan dasar dan fungsi metabolisme.

Magnesium ini merupakan unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol Mg. Magnesium termasuk ke dalam elemen terbanyak kedelapan yang membentuk 2 persen berat kulit bumi, dan termasuk unsur terlarut ketiga terbanyak pada air laut.

Seperti yang dikutip dari Care2.com, berikut ini adalah tanda-tanda Anda kekurangan magnesium:

1. Nyeri punggung
2. Kelelahan kronis
3. Depresi
4. Pusing
5. Epilepsi
6. Bau badan berlebih
7. Jantung berdebar-debar atau denyut jantung tidak teratur
8. Tekanan darah tinggi
9. Hiperaktif atau gelisah
10. Ketidakmampuan untuk mengendalikan kandung kemih
11. Insomnia
12. Kram otot atau ketegangan otot
13. Nyeri pada lutut atau pinggul
14. Nyeri dan dingin kaki atau tangan
15. Nyeri perut saat haid.

Untuk mencegah kekurangan magnesium, Anda bisa mengonsumsi beberapa jenis makanan seperti almond, biji wijen, biji bunga matahari, buah ara, lemon, apel, sayuran hijau, seledri, kecambah alfalfa, dan beras merah.

Sumber : mediaindonesia.com

Wow, Hormon Ini Bisa Kuatkan Ikatan Ayah dan Anak

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta, Karena jarang di rumah untuk bekerja, ayah seringkali tak memiliki ikatan yang kuat dengan anak-anaknya. Padahal anak juga memerlukan perhatian dan kasih sayang dari sang ayah. Untuk itu, tim peneliti dari Israel pun mengungkapkan bahwa pemberian hormon oksitosin pada orang tua, terutama ayah dapat meningkatkan keterikatannya dengan si anak.

Oksitosin memang telah lama dikenal memainkan peranan penting dalam membentuk ikatan kasih sayang, baik pada pasangan maupun pada orangtua dengan anaknya. Beberapa studi lain juga telah menunjukkan bahwa pemberian oksitosin secara intranasal (pemberian obat lewat hidung) dapat meningkatkan kepercayaan, empati dan resiprositas sosial pada seseorang.

Dalam studi ini, tim peneliti yang dipimpin oleh Dr. Ruth Feldman dari Bar-Ilan University, Israel mengamati apakah pemberian oksitosin pada orangtua dapat meningkatkan pembentukan perilaku dan fisiologis yang mendukung keterikatan sosial mereka dengan bayinya sekaligus memperbaiki gaya asuh (parenting) mereka.

Peneliti juga mengamati apakah efek oksitosin terhadap perilaku orangtua akan mempengaruhi proses terbentuknya perilaku dan kondisi fisiologis pada si bayi.

Untuk studi ini, peneliti mengamati kondisi 35 ayah yang memiliki bayi berusia 5 bulan setelah diberi oksitosin dan pasca pemakaian plasebo. Keduanya diberikan dalam bentuk semprotan hidung kepada para ayah di sebuah ruangan tertutup sedangkan bayi mereka diletakkan di ruangan lain.

Tak lupa kadar oksitosin dari air liur ayah dan anak ini pun diukur sebelum dan beberapa kali setelah pemberian hormon. 40 Menit kemudian, ayah dan bayi ini dipertemukan kembali dan diminta berinteraksi dengan bermain bersama sebagai 'kode mikro' untuk menentukan perilaku sosial ayah dan anak tersebut.

"Ternyata setelah diberi oksitosin, kadar oksitosin di dalam air liur sang ayah meningkat drastis, lebih dari 10 kali lipat, tapi kondisi yang sama juga ditemukan pada kadar oksitosin si bayi. Perilaku parenting pada sang ayah, terutama sentuhan dan resiprositas sosialnya pun meningkat tapi perilaku sosial si bayi, termasuk tatapan sosial dan perilaku eksplorasinya juga meningkat," terang Fieldman seperti dikutip dari zeenews, Kamis (13/12/2012).

Peneliti juga menemukan bahwa sinus aritmia pernafasan (respiratory sinus arrhythmia/RSA) atau indikator yang menunjukkan kesiapan otonomi seseorang untuk terlibat dalam suatu keterikatan sosial pun terlihat meninggi, baik pada orang tua maupun si anak.

Menanggapi studi yang dipublikasikan dalam jurnal Biological Psychiatry ini, editor jurnal tersebut, Dr. John Krystal menyimpulkan bahwa temuan ini berpotensi dijadikan terapi untuk mengobati anak-anak yang berisiko mengalami kesulitan bersosialisasi seperti bayi prematur, anak pengidap autisme atau anak yang ibunya depresi tanpa perlu memberikan obat-obatan tertentu pada bayi yang masih begitu muda.

Sumber : detik.com

Mendengkur? Hati-hati Gejala "Obstructive Sleep Apnea"

shutterstock
Jika saat tidur Anda sering mendengkur, bangun pagi seringkali tidak segar, sering terbangun di malam hari karena merasa tercekik, bangun dengan keadaan haus, sering merasa ngantuk dan capek di siang hari meskipun sudah tidur cukup, hati-hati, bisa jadi Anda menderita Obstructive Sleep Apnea (OSA).

OSA merupakan sebuah kondisi yang menyebabkan aliran udara pernapasan terhenti ketika tidur, karenanya adanya penghambatan ataupun penyempitan di saluran pernapasan.

“Keadaan demikian menyebabkan pasokan oksigen dalam tubuh menurun, sehingga penderita OSA tidak dapat tidur dengan nyenyak. Inilah yang menyebabkan penderita OSA sering merasa capek dan mengantuk di siang hari,” ujar dokter spesialis telinga, hidung dan tenggorokan dari Rumah Sakit Premier Bintaro, DR. dr. Dini Widiarni, SpTHT, pada kesempatan seminar dokter, di Jakarta, Selasa (11/12/2012).

OSA dapat terjadi karena adanya pembengkakan pada beberapa organ dalam mulut dan tenggorokan, seperti pembengkakan tonsil dan uvula. Selain itu, ukuran lidah yang terlalu besar juga dapat menyebabkan OSA.

Dini mengatakan risiko OSA meningkat antara lain untuk orang dengan obesitas dan usia lanjut. Selain itu, kebiasaan buruk seperti merokok, minum alkohol, dan mengonsumsi obat-obatan sedative atau obat penenang dalam waktu lama, juga dapat memperburuk kondisi.

Pengobatan OSA tergantung pada sudah sejauh mana seseorang menderita OSA. Menurut Dini, OSA ringan dapat diobati hanya dengan olahraga yang mengencangkan otot-otot saluran pernapasan. “Olahraga seperti senam pipi, fitness yang difokuskan untuk daerah leher, dan bersepeda bisa jadi pilihan, karena olahraga seperti itu dapat membuat otot leher dan rongga mulut lebih kuat. Penguatan otot-otot ini dilakukan karena pada umumnya penderita OSA memiliki organ-organ yang bergelambir di saluran pernapasannya,” jelas Dini.

Jika sudah parah, OSA dapat diobati dengan menjalani operasi. Operasinya pun ada tingkatannya, tergantung pada keadaan OSA yang diderita. Dr. Lanny S. Tanudjaja, dokter yang menangani masalah tidur dari RS Premier Bintaro pada kesempatan yang sama mengatakan, “Karena penyebab OSA beragam, maka pengobatannya juga harus dikonsultasikan dulu dengan ahlinya. Salah satu cara untuk melihat sudah sejauh mana OSA yang diderita adalah dengan sleep study.”

“Dengan Sleep Study, dapat diketahui metode pengobatan yang tepat untuk pasien. Metode ini memungkinkan untuk melihat kualitas tidur pasien sehingga dapat menentukan sudah sejauh apa OSA diderita,” tambah Lanny.

Penggunaan alat seperti Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) dapat digunakan untuk membantu pernapasan penderita OSA sebagai pengobatan non operatif. Selain itu menghindari tidur terlentang, melainkan tidur menyamping dan olahraga teratur adalah cara yang paling mudah, ungkap Dini.

Sumber : kompas.com