🕒 Apa Itu Intermittent Fasting?
Intermittent fasting (IF) adalah strategi makan dengan memecah waktu harian menjadi periode puasa dan makan. Fokusnya bukan apa yang kamu konsumsi, tapi kapan kamu makan. Biasanya durasi puasa antara 12–40 jam. Selama puasa, kamu masih bisa minum air putih, kopi hitam, atau teh tanpa gula.
Metode Populer IF
-
12:12 – Puasa 12 jam, jendela makan juga 12 jam. Cocok untuk pemula karena fleksibel.
-
16:8 – Puasa 16 jam, makan selama 8 jam. Misalnya, makan dari siang hingga malam. Banyak yang pakai karena hasilnya oke dan ringan di jalani.
-
5:2 – Makan normal 5 hari, 2 hari konsumsi kalori terbatas (500–600 kkal).
-
Eat‑Stop‑Eat – Puasa 24 jam sekali atau dua kali seminggu (misalnya dari makan malam ke makan malam esok).
-
Puasa Alternatif – Tiap hari puasa atau batasi makan padat, paling cocok untuk yang sudah terbiasa IF.
Manfaat IF
-
Bantu turunkan berat badan via pengurangan kalori otomatis dan peningkatan metabolisme.
-
Tingkatkan sensitivitas insulin, bisa bantu cegah/kelola diabetes tipe 2.
-
Dukung kesehatan jantung: turunkan tekanan darah, LDL jahat, peradangan.
Potensi proteksi dari kanker (berdasarkan studi hewan dan riset awal manusia).
-
Optimalkan fungsi otak, termasuk lewat peningkatan BDNF.
-
Longevity boost menurut studi hewan—masih diteliti pada manusia.
-
Ketahanan metabolik, membantu tubuh adaptasi dengan perubahan asupan makanan.
Tips Aman & Efektif
-
Konsultasi dulu, apalagi kalau punya kondisi medis (diabetes, GERD, ginjal, dll.). Pilih metode yang sesuai dengan gaya hidupmu. Jangan paksakan 16:8 kalau belum siap.
-
Hidrasi cukup, minum banyak air putih, kopi/teh tanpa gula.
-
Pastikan nutrisi terpenuhi selama jendela makan: cukup protein, serat, vitamin & mineral.
-
Hindari junk food saat jendela makan—itu bisa merusak semua usaha puasa sehat yang sudah kamu lakukan.
-
Olahraga ringan seperti jalan, yoga, atau senam bisa membantu metabolisme tanpa melelahkan.
-
Jaga mood positif, jangan stres—mental yang rileks bikin IF lebih sustainable.
⚠️ Siapa yang Perlu Waspadai ?
-
Orang dengan penyakit seperti maag, GERD, masalah ginjal/hepar, sedang recovery, atau punya kondisi kronis—harus konsultasi dulu.
-
DM, ibu hamil/menyusui, anak-anak, serta penderita gangguan makan tidak disarankan lakukan IF tanpa supervisi tenaga medis.
Kesimpulan
Intermittent fasting bisa jadi strategi gaya hidup yang keren: simpel, fleksibel, dan efektif untuk beberapa tujuan seperti menurunkan berat badan atau meningkatkan kesehatan metabolik. Namun, kuncinya adalah:
-
Pilih metode yang realistis untuk kamu
-
Jaga hidrasi & asupan nutrisi
-
Kombinasikan dengan olahraga ringan
-
Konsultasikan kalau ada kondisi medis
Kalau dijalanin dengan smart dan hati-hati, IF bukan cuma tren—tapi bisa jadi kebiasaan positif yang tahan lama. Kamu tertarik mulai dari metode yang paling ringan dulu, seperti puasa 12 jam?
Sumber : https://www.halodoc.com













