Tuesday, January 15, 2013

8 Cara Tingkatkan Hubungan Baik Karyawan dengan Bos

Berusaha tampil baik di depan bos bukan berarti harus menjadi seorang karyawan penjilat. Berikut ini US News pun membagikan tips untuk meningkatkan hubungan baik dengan bos yang tentu bermanfaat bagi kemajuan karir Anda.
sumber foto: google.com

Di luar perkiraan
Usahakan untuk selalu mengumpulkan tugas tepat waktu atau bahkan sebelum deadline usai. Namun pastikan tugas tersebut benar-benar dikerjakan dengan baik. Performa kerja di luar perkiraan bos pasti membuat kemampuan Anda semakin diakui.

Tanggap
Jangan menunggu disuruh jika Anda ingin meningkatkan hubungan baik dengan bos. Sebab karyawan yang baik adalah mereka yang tanggap dan punya inisiatif yang kuat untuk bekerja sebelum diminta.

Peningkatan kerja
Jika jabatan Anda di tempat kerja memungkinkan Anda untuk meningkatkan kualitas produk, menurunkan biaya produksi, atau mempertinggi efisiensi, lakukan saja! Bos pasti akan memperhatikan dan mengakui kehebatan Anda.

Positif
Jangan memenuhi pikiran Anda dengan hal-hal buruk dan dugaan negatif. Misalnya, “Pasti bos lebih perhatian dengan karyawan itu daripada aku.” Anda sebaiknya tetap bersikap positif dengan menunjukkan kemampuan diri yang sebenarnya melalui hasil pekerjaan.

Memberi solusi
Masalah selalu muncul di mana saja, termasuk tempat kerja. Jika perusahaan juga tengah dilanda masalah, utarakan solusi terbaik Anda. Pastikan pula Anda akan siap jika dimintai bantuan untuk tergabung langsung dalam tim penyelesaian masalah tersebut.

Jalan-jalan
Di tengah jam kerja, Anda memang harus bersikap profesional dalam menyelesaikan pekerjaan. Namun siapa sangka di luar itu ternyata bos dan Anda punya hobi yang sama. Jadi jangan ragu mengajaknya jalan-jalan dan menikmati sesuatu yang menyenangkan bersama-sama.

Menghargai waktu
Ada kalanya bos terlalu sibuk dan tidak punya banyak waktu untuk meladeni Anda dan karyawan lain. Jika ini terjadi, cobalah untuk mencari tahu jawaban atas pertanyaan yang sedang terlintas dalam pikiran Anda. Menghargai waktu bos sama dengan meningkatkan kualitas hubungan baik Anda dengannya.

Bantuan bos
Jangan pernah sekali-kali meminta bantuan pada bos untuk menyelesaikan masalah Anda dengan teman kerja. Anda sudah besar dan pasti tahu cara yang terbaik untuk berbaikan kembali dengan teman kerja.

Sumber : infojkt.com

3 Tantangan Terbesar dalam Pernikahan

SHUTTERSTOCK
Menikah saat ini menjadi semacam tuntutan dari masyarakat. Anda menikah karena "sudah waktunya menikah", atau karena "sudah pacaran terlalu lama", atau karena "ibu lelah selalu ditanya tetangga dan keluarga, kapan anaknya menikah". Jadi, menikah bukan lagi karena adanya kebutuhan Anda dan pasangan untuk saling membahagiakan, dan untuk membentuk keluarga kecil yang akan melengkapi kebahagiaan Anda berdua.
Padahal, tantangan dalam kehidupan pernikahan sangat besar dan tidak bisa dipandang remeh. Meskipun begitu, tantangan memang sebaiknya dihadapi, bukan dihindari. Seperti disampaikan Susan Shapiro Barash, pakar hubungan dan penulis buku The Nine Phases of Marriage, jika Anda memang bertekad untuk menikah, Anda perlu mengetahui tiga tantangan terbesar ini, dan bagaimana mengatasinya.

1. Keuangan
Banyak pasangan yang sudah membicarakan keuangan sebelum menikah, karena menyadari pentingnya masalah ini ketika mereka sudah bersatu dalam hubungan pernikahan. Namun sesering apa pun pasangan membahas keuangan saat masih pacaran, atau seberapa sering perempuan mendiskusikannya dengan suami saat sudah menikah, menurut Susan keuangan tetap menjadi masalah besar dalam pernikahan.
Kebanyakan pasangan mengatur keuangan dengan cara memisahkan rekening bank untuk menyimpan penghasilan masing-masing, dan membuat rekening bersama untuk biaya operasional rumah tangga, pendidikan anak, atau liburan keluarga. Saran Susan, untuk memulai pembicaraan mengenai keuangan tanpa menyinggung perasaan, masing-masing pasangan harus bersikap fleksibel. Misalnya salah satu dari Anda tengah menghadapi masalah di kantor seperti perampingan karyawan, maka Anda dan suami perlu saling menyesuaikan perubahan gaya hidup.

2. Keluarga
Masalah kedua yang sering menjadi bahan pertengkaran dalam rumah tangga adalah keluarga, khususnya dalam menghadapi mertua atau saudara ipar. Ini termasuk masalah klasik. Bagaimana ketika ibu mertua terlibat terlalu jauh dalam rumah tangga Anda, atau bagaimana pembagian waktu untuk mengunjungi keluarga masing-masing, sering menjadi isu sensitif dalam pernikahan.
Menurut Susan, baik suami maupun istri harus lebih sensitif andaikan suami sangat dekat dengan saudari perempuan atau ibunya, meskipun kedekatan (atau ketergantungan?) itu membuat Anda kesal. Sejauh mana Anda bisa menembus batasan-batasan, sehingga Anda bisa mendapatkan apa yang Anda inginkan, dan begitu pula dengan suami Anda? Kuncinya adalah pada komunikasi yang terbuka.
Seringkali perempuan masih sulit melakukan hal ini. Misalnya, Anda merasa dianggap tidak becus mengasuh anak jika setiap kali ibu mertua mengambil alih anak-anak dari tangan Anda. Namun, sebagai perempuan Anda sulit mengekspresikan ketidaksetujuan itu, dan memilih diam sambil cemberut sepanjang hari. Pria tidak akan bisa membaca pikiran Anda. Jadi, lebih baik Anda menyampaikan keberatan-keberatan Anda, sekaligus mencari solusi yang tidak menyakiti siapa pun.

3. Anak
Kita hidup dalam masyarakat yang mengagungkan (kepemilikan) anak. Pasangan menikah dituntut untuk punya anak; kalau tidak, dianggap belum lengkap. Kemudian ketika mempunyai anak, orangtua selalu menerapkan pengasuhan "helikopter", di mana orangtua bersikap terlalu protektif sehingga mengatur keperluan anak sampai ke hal-hal terkecil. Padahal, cara pengasuhan seperti ini justru bisa mengacaukan hubungan Anda dan suami.
Masalah ini bisa berkembang ketika Anda dan suami punya nilai-nilai yang berbeda dalam mendidik anak. Misalnya, Anda ingin anak bersekolah di sekolah internasional yang menggunakan bahasa asing, sedangkan suami ingin menyekolahkan anak di sekolah negeri supaya tetap "membumi". Perbedaan keinginan ini mencerminkan bagaimana pernikahan Anda akan berlangsung ketika kehadiran anak-anak justru mengubah hubungan Anda berdua. Untuk menghindari perdebatan ini, Anda harus saling menyesuaikan diri dengan pandangan masing-masing.

Sumber : kompas

Tips Hebat Buat yang Ingin Terjun Di Bidang Event Organizer

* EO itu Kreatifitas. Untuk menjalankan sebuah event organizer (EO) atau dengan kata lain memanajeri penyelenggaraan sebuah acara. Yang paling dibutuhkan adalah ide-ide kreatif disamping juga memiliki banyak relasi. Sebuah EO harus berani mengajukan ide baru yang benar-benar kreatif dan berbeda. Jika ide-ide tersebut, bisa diterima oleh klien serta sukses, EO tersebut akan dipercaya untuk memegang acara-acara berikutnya. Jangan takut untuk mewujudkan ide gila yang inovatif tapi bisa diterima masyarakat. Sebisa mungkin, hindari penawaran ide yang monoton. Usahakan munculkan ide tema acara yang menarik dan berbeda.

. * Pentingnya mempunyai database. Dalam mengelola sebuah EO, memiliki database itu sangan penting. Yang perlu kita miliki databasenya adalah daftar peserta, sponsor, dan klien. Sehingga bila EO akan menyelenggarakan sebuah acara, dengan mudah menghubungi sponsor, peserta pendukung acara, serta klien. Kumpulkan data sebanyak-banyaknya. Jadi inilah satu * Bekerja dalam Tim. Diperlukan kerja sama tim dalam menyelenggarakan sebuah acara, karena sebuah acara tidak dapat dikerjakan sendiri, diperlukan bagian-bagian dalam sebuah TIM untuk mengerjakan beberapa tugas.

* Ikuti Kursus mengenai EO. Kerap diadakan beberapa kursus singkat tentang bagaimana mengelola EO. Sedangkan di Singapura, ada sekolah khusus dengan pendidikan jurusan semacam ini.
* Untuk mereka yang baru terjun, utamakan kualitas dan bukan profit. Jika klien sudah membuktikan kualitas dari kerja sebuah EO, maka di kesempatan lain, EO ini pun akan digunakan lagi jasanya. Selain itu, pihak lain yang telah mendengar kelebihan EO ini pun akan bisa berkemungkinan menjadi klien baru. Jangan ragu untuk mencoba EO untuk kegiatan Sosial.

Sumber : eocommunity.com

7 Cara Agar Pekerjaan Tidak terasa Membosankan

photo rodale.com
Sebagai manusia, pasti suatu saat Anda akan berhadapan dengan berbagai macam kejenuhan. Baik itu dalam kehidupan sebagai makhluk individu, maupun dalam pekerjaan sekalipun.
Terkadang pekerjaan yang dikerjakan membuat kita menjadi merasa stres, lelah, pusing, bahkan membosankan. Namun jika Anda dapat menemukan cara untuk membantu menikmati pekerjaan yang dimiliki, hari-hari di kantor akan terasa lebih cepat berlalu dan Anda akan menjadi lebih produktif saat bekerja. Berikut ini adalah beberapa petunjuk untuk menikmati pekerjaan anda.
1. Membagi waktu
Salah satu cara untuk bisa lebih menikmati pekerjaan Anda adalah membagi waktu di setiap harinya dengan teratur. Jika memiliki pekerjaan yang terlalu banyak dan dikejar oleh deadline, sebaiknya buatlah list terlebih dahulu dengan mendahulukan pekerjaan mana yang lebih penting dan harus segera diselesaikan. Cara ini dapat membantu Anda mengatur waktu bekerja lebih baik. Sehingga nantinya Anda dapat menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan maksimal.

2. Dapatkan tantangan

Mengatur tantangan untuk diri sendiri akan membuat pekerjaan menjadi lebih hidup dan menarik. Dengan cara ini dapat membuat Anda memiliki dorongan untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan secara cepat. Mungkin pekerjaan yang dimiliki saat ini tidak lagi menjadi menarik, tetapi dorongan psikologis dan adrenalin dapat membantu Anda merasa lebih positif pada pekerjaan.
3. Ambil kebanggaan
Mungkin Anda tidak bisa memiliki karir yang menarik dan memuaskan, akan tetapi Anda bisa bangga dalam melakukan pekerjaan dengan baik. Meskipun pekerjaan yang dilakukan tidak sebanding dengan gaji yang didapatkan, namun Anda bisa bangga karena dapat hidup dengan hasil jerih payah membanting tulang selama ini.
4. Mencoba divisi lain
Jika Anda bertanya-tanya bagaimana menikmati pekerjaan, kadang-kadang jawabannya bisa dengan cara membuat perubahan. Hal ini bukan berarti harus mencari pekerjaan baru, tetapi bisa dengan cara mencoba untuk pindah ke divisi lain di perusahaan yang sama. Misalnya Anda bekerja di perusahaan media, di bagian promosi, tapi tertarik untuk pindah di bagian marketing. Siapa tahu dengan pindah ke bagian tersebut Anda akan dapat menikmati pekerjaan.
5. Meningkatkan ketrampilan
Salah satu syarat untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik adalah dengan memperoleh keterampilan yang diperlukan. Meningkatkan keterampilan dan pengetahuan juga memungkinkan Anda untuk lebih berprestasi. Stop terus mengkhawatirkan nasib bahwa Anda akan terjebak dalam pekerjaan yang sama selamanya.
6. Terorganisir
Jika Anda memiliki pekerjaan yang terlalu banyak, tak ada salahnya untuk meminta bantuan dari rekan kerja lainnya. Namun apabila Anda harus bisa menyelesaikannya sendiri, maka saatnya untuk menjadi lebih terorganisir. Prioritaskanlah pekerjaan yang paling penting, dan cari cara yang dapat menghemat waktu Anda.
7. Berteman
Cara terbaik untuk menikmati pekerjaan adalah dengan membuat lingkungan yang lebih menyenangkan. Anda dapat berteman dengan atasan dan rekan kerja lainnya. Hal ini penting karena Anda menghabiskan waktu yang banyak bersama mereka di setip hari kerja. Dengan begitu, cara ini bisa membuat hari Anda lebih terasa menyenangkan.


Sumber : ekonomimikromakro.blogdetik.com

Ini Caranya Agar Bisa Banyak Makan Daging Tanpa Takut Kolesterol

Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta, Banyak orang susah menikmati makanan enak karena takut kolesterol. Kolesterol dalam jumlah banyak bisa mengendap dalam aliran darah dan memicu berbagai penyakit, mulai dari serangan jantung hingga stroke. Untuk mengatasinya, bisa menggunakan anggur merah.

Senyawa berbahaya dari daging akan tertimbun dalam aliran darah saat makanan dicerna dan membentuk kolesterol jahat, perusak pembuluh darah dan pemicu penyakit jantung. Meminum segelas anggur merah saat makan daging merah ternyata dapat menangkal penumpukan kolesterol.

Peneliti menemukan bahwa antioksidan dalam anggur yang dikenal sebagai polifenol menghentikan proses penyerapan ini. Akibatnya, kolesterol tidak masuk ke dalam aliran darah dan tidak jadi menyebabkan kerusakan.

"Daging kaya akan lemak tak jenuh ganda dan kolesterol. Temuan kami bisa memberikan penjelasan mengenai hubungan antara konsumsi daging dan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Produk yang kaya polifenol secara signifikan dapat mengurangi efek berbahaya tersebut," kata Profesor Ron Kohen dari Hebrew University of Jerusalem seperti dilansir Telegraph, Rabu (16/1/2013).

Dalam penelitian ini, 14 orang peserta penelitian diberi makan berupa potongan daging kalkun dan diminta menghindari daging lain, termasuk daging ikan. Kelompok lain diberi makanan yang sama, tapi disertai segelas anggur merah. Kedua kelompok diminta meneruskan perilaku makan ini selama 4 hari.

Hasil penelitian yang dimuat Journal of Functional Foods menunjukkan bahwa peserta yang makan daging saja mengalami peningkatan senyawa malondialdehid dalam aliran darahnya setelah makan. Senyawa ini lantas dimodifikasi menjadi kolesterol sehingga kadar kolesterol dalam darah ikut naik.

Setelah 4 hari, tingkat kolesterol pada peserta yang makan daging saja meningkat sebesar 97 persen. Tapi pada peserta yang makan daging dan anggur merah, kadar kolesterolnya tidak berubah, bahkan mengalami penurunan pada beberapa kasus.

Penelitian lain yang dilakukan di Selandia Baru juga menemukan bahwa makan sayuran seperti kentang dan daging merah dapat membantu mengurangi senyawa berbahaya yang dihasilkan saat proses pencernaan.

Sumber : detik